RSS

Primsip proses produksi sabun

20 Des

Pada primsipnya proses produksi sabun (reaksi saponifikasi) adalah sama, hal yang membedakan adalah komposisi bahan baku terutamanya yaitu minyal dan lemak serta zat-zat aditif lainnya.
Proses pembuatan sabun dikenal dengan istilah proses saponifikasi yang merupakan reaksi pemutusan rantai triglesireda melalui reaksi dengan caustic soda (NaOH). Reaksi yang terjadi adalah eksotermis sehingga suhu harus tetap dikontrol. Reaksi saponifikasi tersebut adalah sebagai berikut :

R-COO-CH2 H2C – OH
R-COO-CH + 3 NaOH 3 R-COO-Na + HC – OH
R-COO-CH2 H2C – OH
ester triglyserida caustic soda Na stearat (sabun) glyserin

sifat – sifat sabun :
a. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolisis parsial oleh air. Karena itu larutan sabun dalam air bersifat basa.
CH3(CH2)16COONa + H2O CH3(CH2)16COOH + OH-
b. Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih, peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah. Dalam hal ini sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap.
CH3(CH2)16COONa + CaSO4 Na2SO4 + Ca(CH3(CH2)16COO)2
c. Sabun mempunyai sifat membersihkan. Sifat ini disebabkan proses kimia koloid, sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar, karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar. Molekul sabun mempunyai rantai hydrogen CH3(CH2)16 yang bertindak sebagai ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat organic sedangkan COONa+ sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air.

Non polar : CH3(CH2)16 Polar : COONa+
(larut dalam miyak, hidrofobik, (larut dalam air, hidrofilik,
memisahkan kotoran non polar) memisahkan kotoran polar)
Proses penghilangan kotoran.
– Sabun didalam air menghasilkan busa yang akan menurunkan tegangan permukaan sehingga aii kain sehingga kain menjadi bersih.r meresap lebih cepat kepermukaan kain.
– Molekul sabun akan mengelilingi kotoran dengan ekornya dan mengikat molekul kotoran. Proses ini disebut emulsifikasi karena antara molekul kotoran dan molekul sabun membentuk suatu emulsi.
– Sedangkan bagian kepala molekul sabun didalam air pada saat pembilasan menarik molekul kotoran keluar dari kain sehingga kain menjadi bersih.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 20, 2007 in sabun

 

9 responses to “Primsip proses produksi sabun

  1. berty

    Mei 6, 2008 at 7:47 am

    kalo mw bikin sabun transparan kayak mana???
    tolong dijelasin dunk…..
    thx

     
  2. gerson

    Oktober 10, 2008 at 3:50 pm

    Halo…mau nimbrung tanya juga, reaksi saponifikasi tuh butuh suhu berapa ya, yang optimal. Kalo TEA dan Stearic Acid bereaksi apa bisa terjadi reaksi penyabunan juga? thx y buat jawabannya.

     
  3. Irsan Nasution

    November 8, 2008 at 1:41 pm

    Tolong informasinya tentang spa saja bahan-bahan yang diperlukan dan bagaimana langkah-langkah membuat sabun!

     
  4. madja

    November 18, 2008 at 5:01 am

    smua pembuatan sabun adalah sama.
    asam lemak di tambahin basa.
    mengenai surfactan dan zat pengisi bisa dimodifikasi sesuai dgn kebutuhan, contoh sabun kecantikan dan sabun kesehatan, hanya beda TCC dan parfun….
    untuk sabun transparan ditambahin alkohol saja….

    semoga sukses

     
  5. madja

    November 18, 2008 at 5:03 am

    oh ya…suhu dan tekanan dalam saponifikasi bermacam2..
    tergantung alat yg digunakan. mau ketel, dryer kontinue atau panci biasa…

    optimal sih suhu 120 C pada tek 2 bar.

    TEA dan Stearic itu adalah surfactan…bahan pengisi…jadi sah-sah saja

     
  6. dewi

    Januari 9, 2009 at 1:07 pm

    klu mau buat sabun tranparan pada waktu pengocokan tinggal ditambah alkohol aja udah deh selesai.

     
  7. de2q

    Januari 28, 2009 at 6:25 am

    cara pembuatan sabn na bisa lbh rinci la g’?
    tp aku salut sama kmu yang udh bantu de2q nyelesein tugas lwt mail ni^^
    THANK’S YAAAAA

     
  8. bint4r1

    Maret 19, 2009 at 12:57 pm

    syarat sabun yg baik itu apa??
    lantas nilai2 teori untuk tiap pengujian sifat fisika dan kimia sabun itu parameternya ap??

    nah..klo manfaat uji kemampuan membusa itu gunanya untuk apa??apa ada hubungannya busa yg banyak pada sabun mandi dgn tingkatan bersihnya mengangkat kotoran.. makasih y…

    Rie butuh bgt bwt praktikum CSP Rie d kmpus..

    ========================================
    salam riu makasih ya…prakteknya
    mengenai mutu sabun itu yg bagus ya, penampakannya menarik, busanya banyak, teksturnya halus, tidak iritasi, wanginya awet, bahan kimia yg terkandung masih bagus (kalau di pake lama biasanya berubah dech).

    kalau standard analisa fisika & kimia itu masing2 perusahaan punya standard. mungkin butuh CoA suatu perusahaan. yg penting dia mempunyai kadar basa max 0,02% nilai rancid max 0,001% kadar air max 12% dan kadar Cl max 0,65%. ini garis secara umum. jika mau ke perusahaan sebuah merk dan copi CoAnya.

    busa banyak mungkin bukan jaminan bersih atau nggak, tetapi busa disini karena respon pembeli yg mana “mereka telah mengakar nyuci kalau taidak ada busa seperti bukan nyuci”.
    manfaatnya mungkin ada…tahu kan reaksi penyabunan. ada hidrofil dan hidrofob. nah disitu ada rangkaiannya dari sabun yg pecah.

    ok good luck ya

     
  9. chatur

    Mei 13, 2009 at 12:25 pm

    buat reaksi kimianya yang jelas dunk,,
    bingung nih….!!!!!
    tapi sukron yha bantuannya….!!!!
    wasalammualaikum!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: