ITB Buat Bahan Bakar dari Minyak Jarak

Institut Teknologi Bandung dan Mitsubishi Research Institute, Jepang, menciptakan bahan bakar minyak dari 100 persen minyak jarak alami. Penelitiannya sudah dilakukan sejak awal 2004. Hari Jumat (18/2), tim peneliti dari ITB dan Jepang mendemonstrasikan pembuatan dan penggunaan bahan bakar tersebut di ITB.
Pembuatan minyak tersebut sangat sederhana. Cukup dengan mengukus 50 kilogram buah jarak selama satu jam. Lalu daging dihancurkan dengan mesin blender. Setelah itu, daging buah dan biji yang sudah dihancurkan dimasukkan ke dalam mesin tempa minyak. Dengan penekanan dongkrak hidrolik, ampas diperas hingga menghasilkan minyak. Wujud BBM dari biji jarak ini seperti minyak goreng, kental, licin, dan baunya tidak mencolok. Pada 10 kilogram biji jarak yang sudah dihancurkan akan dihasilkan 3,5 liter minyak jarak. Minyak ini bisa menggantikan solar.
Menurut koordinator peneliti dari ITB Dr Robert Manurung, perbedaan karakteristik antara minyak jarak dan solar sangat kecil. Pada minyak jarak, terdapat banyak oksigen sehingga pembakaran sempurna. Akibatnya, buangannya tidak berbahaya dan bersih. Namun nilai kalorinya lebih rendah dari solar. Sementara solar tidak memiliki oksigen sehingga hanya proses pembakarannya tidak sempurna. Akibatnya, buangan mengandung karbon monoksida yang berbahaya. Tetapi nilai kalorinya tinggi. “Meskipun nilai kalori minyak jarak lebih rendah dari solar, namun karena proses pembakarannya lebih sempurna, maka kekuatannya sama besar,” kata Robert.
Dari segi harga, minyak jarak bisa bersaing dengan solar. Minyak jarak berharga sekitar Rp 2.250 per liter. Sementara solar tanpa subsidi berharga sekitar Rp 2.800 per liter. Robert mengatakan, Jepang yang menjadi pelanggan bahan bakar gas dan batu bara dari Indonesia tertarik pada minyak jarak. “Mungkin suatu hari mereka akan mengimpor minyak jarak ini,” kata Robert.
Tanaman semak
Jatropha Curcs L dikenal sebagai jarak pagar. Jarak pagar merupakan tanaman semak yang tumbuh cepat dengan ketinggian mencapai 3-5 meter. Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat bercurah hujan 200 milimeter per tahun hingga 1.500 milimeter per tahun. Jarak pagar hampir tidak memiliki hama karena sebagian besar bagian tubuhnya beracun. Tanaman ini mulai berbuah setelah berusia lima bulan dan mencapai produktivitas penuh pada usia lima tahun. Buahnya elips dengan panjang satu inci, memiliki dua hingga tiga biji. Umur tanaman ini bisa mencapai 50 tahun. Biji, daging buah, dan cangkang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu bagian-bagian tubuh jarak bisa digunakan untuk insektisida, pupuk, dan biogas.
Buah ini banyak tumbuh di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam penelitiannya, menurut Robert, pihaknya memilih jarak dari NTT karena di daerah tersebut buah jarak mudah ditemukan. NTT memiliki ratusan hektar lahan jarak. Selain itu, jika minyak jarak bisa diproduksi terus-menerus, masyarakat NTT bisa meningkatkan kehidupan ekonominya.
Ketua Komisi IV DPR-RI Mindo Sianipar berpendapat, prospek penggunaan minyak jarak sebagai bahan bakar sangat cerah. Dia merasa yakin, para pengusaha industri sudah mengetahui tentang keunggulan minyak jarak. Hanya saja, dibutuhkan waktu serta program untuk membuat minyak jarak lebih populer. Berkaitan dengan itu, Mindo akan mengadakan pertemuan dengan anggota DPR-RI lainnya untuk membicarakan hal ini sebagai salah satu solusi krisis energi. Bila sosialisasi berjalan baik, Mindo yakin potensi minyak jarak akan diperhitungkan para pelaku industri.
Selain berguna untuk industri, minyak jarak akan sangat bermanfaat bagi penduduk sekitar sebagai mata pencaharian. Sebab, selama ini pohon jarak dibiarkan begitu saja tanpa disadari manfaatnya. “Masyarakat kecil bisa menjadi petani, dan pelaku industri yang bermodal besar dapat menampung serta menyalurkan minyak jarak itu untuk digunakan atau dijual,” kata Mindo.
Keampuhan minyak jarak sebenarnya sudah digunakan Jepang sejak Perang Dunia II sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi. Ketika itu, banyak kapal laut logistik Jepang yang dikaramkan armada perang Amerika Serikat sehingga minyak jarak dilirik sebagai alternatif lain. BBM tersebut digunakan untuk tank dan pesawat tempur milik Jepang.
Wakil Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya mengatakan, dulu masyarakat NTT menggunakan jarak sebagai pengganti minyak tanah atau listrik. Caranya, buah jarak ditusuk dan dibakar seperti sate. Kini pemandangan itu sudah jarang terlihat di NTT
About these ads

Perihal madja
Sebuah creasi buah pikiran wong iseng tak ada yg tak mungkin tak ada kata terlambat untuk berubah

10 Responses to ITB Buat Bahan Bakar dari Minyak Jarak

  1. Ping-balik: Ardianto Satriawan!!! :: Kereta Api, Kendaraan Ramah Lingkungan :: January :: 2008

  2. rully mengatakan:

    tnx zaaa… bwt website ini… aq ma ank2 jdi bza ngerjain tugaz… mkce^_^

  3. Bajaw mengatakan:

    Jangan terlalu berlebihan menunjukkan kemajuan dari segi teori atau berita. Saya tkut ada pembodohan publik yang jelas untuk saat ini jarak pagar masih belum menguntungkan dan saya tidak tahu sampai kapan mulai akan untung.

  4. pandji winoto mengatakan:

    wah artikelnya mantap tapi lebih mantap lagi kalau di beritau cara-cara pengelolaan dengan diagram gambar pasti bermanfaat untuk masyarakat!!!

  5. Afit mengatakan:

    Thank’s z

    N kunjungi web kami
    http://www.jeparaart.com

  6. indra bayu mengatakan:

    saya mau bergabung untuk membuat bahan bakar caranya bagaimana

  7. darmi mengatakan:

    apa tidak terlalu sulit untuk membuat bbm dari biji jarak

  8. pran shiska mengatakan:

    good,,,pas nech buat tgas b.ndo gua…bagusnya di indonesia ini di buatin pabriknya..biar bisa kita2 buat sendiri..ehhehe

  9. pran shiska mengatakan:

    kereeenn ,,pas bgt buat tgas gua…seharusnya pemerintah ngembangin ide yang brilian ini..!!!

  10. irvan mengatakan:

    asuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu kok koyok ngene

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: